Dedi Irawan Pastikan Maju Pilkada Pesisir Barat

Ketua DPC PPP Pesisir Barat Dedi Irawan memastikan diri maju dalam kontestasi Pilkada. (foto:beritalampung)
Ketua DPC PPP Pesisir Barat Dedi Irawan memastikan diri maju dalam kontestasi Pilkada. (foto:beritalampung)

Beritalampung.id (Pesibar) - Didorong oleh kegelisahan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat Ketua DPC PPP Pesisir Barat Dedi Irawan memastikan diri maju dalam kontestasi Pilkada.

Di antara kegelisahan itu yakni kurangnya fasilitas kesehatan yang ada di bumi sai batin dan tersebut.

Mulai dari bangunan rumah sakit, peralatan medis maupun sumberdaya manusia atau dokter yang tersedia.

Dirinya merasa sedih melihat masyarakat Pesisir Barat selama ini jika ingin berobat harus di rujuk ke rumah sakit luar daerah.

"Masyarakat Pesisir Barat harus lebih sehat dari pada saat ini, Kabupaten Pesisir Barat harus memiliki rumah sakit yang berstandar, baik bangunan, fasilitas dan juga tenaga medisnya, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,"ungkapnya, Senin (10/6/2024).

Selain itu Pesisir Barat harus ada perubahan tatanan kebijakan. Sebagaimana moto kabupaten termuda di Lampung tersebut yakni Bumi para sai batin dan ulama.

Dibutuhkan pemimpin yang memiliki gagasan dalam mendorong kemandirian masyarakat yang berfokus pada tataran budaya dan sumber daya alam yang dimiliki.

Seperti pembangunan wisata Pesisir Barat saat ini tidak memiliki konsep yang jelas, hanya sebatas seremonial semata.

"Ke depan konsep pengembangan pariwisata ini harus jelas, bukan sebatas selogan semata, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,"ucapnya.

Selain itu yang tidak kalah penting harus diperhatikan yakni bidang pendidikan.

Fasilitas pendidikan di Pesisir Barat saat ini masih banyak kekurangan, baik segi tempat maupun kelayakan.

Bukan hanya pendidikan umum tapi juga pendidikan agama atau Pesantren harus diperhatikan, agar sumber daya manusianya bisa di sejajarkan dengan kabupaten lain.

Selama ini pembangunan di Pesisir Barat hanya berpokus pada satu pembangunan saja, sehingga pembangunan infrastruktur belum merata hingga ke pelosok daerah terpencil. (an)