Mengenal Tugu Payan Emas "Tombak Emas" Lampung Utara

Payan Mas artinya “Tombak Emas” dan merupakan senjata tradisional asli masyarakat Lampung. (foto:beritalampung)
Payan Mas artinya “Tombak Emas” dan merupakan senjata tradisional asli masyarakat Lampung. (foto:beritalampung)

Beritalampung.id (Lampura) - Tidak komplit rasanya kalau sobat beritalampung.id jalan-jalan ke Kotabumi tetapi belum mampir ke Tugu Payan Mas.

Tugu ini merupakan salah satu icon favorit, dimana sebelumnya juga di tempat yang sama pernah berdiri sebuah tugu yang cukup artistik yaitu Tugu Kayu Aro yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Hairi Fasya.

Tugu Payan Mas terletak di tengah perempatan Jalan Jenderal Soedirman, tidak jauh dari kantor Pengadilan Negeri Kotabumi.

Tugu megah ini dibuat pada masa pemerintahan Bupati Zainal Abidin.

Di sana terdapat beberapa taman yang salah satu sudutnya terdapat aksara besar bertuliskan “Kotabumi Bettah”.

Kata-kata tersebut adalah motto dari Kota Kotabumi yang merupakan singkatan dari “Kotabumi Bersih Elok Tentram Taqwa Aman Hidup”.

Untuk mencirikan khas Lampung Utara, Pemkab Lampung Utara (Lampura) memugar Tugu Kayu Aro. Tugu tersebut diubah menjadi Tugu Payan (Tombak) Emas yang merupakan ciri khas masyarakat adat setempat.

Pergantian ikon itu sebagai upaya memperjelas keberadaan masyarakat adat Lampung di wilayah itu

Dalam Bahasa Lampung, Payan Mas artinya “Tombak Emas” dan merupakan senjata tradisional asli masyarakat Lampung, khususnya Suku Abung.

Sesuai dengan namanya, pada tugu tersebut terdapat 9 payan (sejenis perisai Lampung) yang mewakili 9 Buay atau Marga Pepadun di Lampung Utara, yaitu:

  1. Buay Nyunyai;
  2. Buay Unyi;
  3. Buay Subing;
  4. Buay Nuban;
  5. Buay Anek Tuho;
  6. Buay Kunang;
  7. Buay Beliuk;
  8. Buay Selagai dan
  9. Buay Nyerupo.

Tugu Payan Mas merupakan simbol dari Kotabumi yang diadaptasi dari senjata tradisonal masyarakat Lampung yang kini semakin cantik.

Setelah dilengkapi dengan taman kecil. Payan dipercaya memiliki kekuatan magis, apalagi jika tombak itu merupakan benda pusaka warisan nenek moyang. (an)